kita pun berjumpa di luar pagar
rencana perancangan lalu saling
memadamkan pelita rindu
yang giat menyala bertahun tahun
sehingga keringlah embun
di bawah cakar matahari
kita sempat berbincang tentang
bayangan jejak yang dipilih
tentu mempunyai duri duri yang tajam
dan pelbagai bentuk lopak yang
menjatuhkan
seharusnya dibuang segala
kebimbangan
yang menghurungi hati
dengan penuh yakin akan mampu
merempuhnya
kalau semangat juang
hanya merayapi bulan menyala lindap
sungguh nasib tak lebih sekadar beg
plastik
yang dijinjing lesu sang pengemis
berisi cerita pilu, baju baju terpakai yang
lusuh
dan remah remah terbuang
yang belum tentu dapat menyihatkan
tubuh badan
mohd. adid abd. rahman
melaka
harakah bil.1622
14-17 mac 2011
~raino.anakgajah~
~labels~
animal
(4)
architecture
(5)
coretan
(35)
daily life
(10)
decisive moment
(3)
landscape
(5)
lirik lagu
(4)
nature
(12)
potret
(7)
transportation
(4)
sungguh nasib tak lebih sekadar beg plastik!
Posted by
rainoserez
at
3/17/2011 09:26:00 PM
| Reactions: |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


Hai datin sayang...i xfaham lah..hahahaha
ReplyDeletekita bakor.... kita bakor!!!
ReplyDelete